Hmm hmm
"Ada waktunya kita lelah untuk berasumsi dengan perasaan dan memilih berada di dalam ketidaktahuan yang nyaman"
Ibarat mati hidup semula dan kemudian mati kembali. Dan pabila hidup kembali dan menunggu bila mati itu tiba lagi...dan akhirnya mati itu tiba, ia menanti bila penamatnya akan muncul.
Macam kita jemur kain yang beriban di ampaian yang berjuta, apabila selesai tetiba hujan mencurah. Sia-sia ke tidak itu?
Membunuh perasaan sendiri adalah kerja bodoh sepanjang hayat tetapi macamana kalau itu terbaik sebab kita kisah? Kita risau? Kita khuatir? Kita kisah? Kita peduli!I just hate that feeling in ur throat when you’re about to cry and the pain in your chest.
And I wouldn't catch you hung up on somebody that you used to know
Kita sakit macam orang tu tahu. Kita rabak tahap empat pun tak konfirm dia kisah. Tak mintak pun jadi macamni la samdol! Hmm hmm..kbai!
Tetapi aku terlupa...bukankah,sampai saatnya nanti, kehilangan itu pasti terjadi? cuma yang berbezanya adalah cara bagaimana kita menghadapi.
"Before getting frustrated at a situation remember that you never know what Allah has placed goodness in."
Tetapi aku terlupa...bukankah,sampai saatnya nanti, kehilangan itu pasti terjadi? cuma yang berbezanya adalah cara bagaimana kita menghadapi.
"Before getting frustrated at a situation remember that you never know what Allah has placed goodness in."


Ulasan